Pagi hari yang indah dengan hawa dingin nan sejuk seakan menusuk tulang, serta suara suara burung yang berkicauan indah seakan menyambut pagi ini dengan semangat. Mentari yang masih malu-malu menunjukkannya kegagahannya. Pukul menunjukkan 06.00 WIB. Rheina siswi SMA yang sekolah di satu sekolahan ternama di Bandung. Sebelum berangkat seperti biasanya Rheina mempersiapkan peralatan sekolahnya. Hari itu adalah hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang yang sedikit merilekkan pikirannya dari kejenuhan selama ini. Hari itu Rheina akan mendapatakan adik kelas baru. Saat sedang mengenakan sepatu kesayangannya, tiba-tiba handphone didalam saku kantong roknya bergetar. Dilihatnya nama yang menelponnya adalah “ kak nieky”.
“Hallo . assalamualaikum kak”
“ waalaikum salam . lagi dimana sekarang ??”
“ masih dirumah, emang ada apa kak ??”
“ enggak, oya berangkat sama siapa “
“ sendiri “
“ ooooohh….. berangkat bareng yukk… biar kakak yang jemput kamu “
“ ok. Bos ku tunggu “
Itulah Kak Nieky Syaputra. Kakak yang selalu care terhadap Rheina. Tak lama kemudian datanglah Kak Nieky dengan motor kesayangannya yang berwarna hitam hijau yang selalu di gunakannya saat pergi sekolah.
“ heii…. Rhein, apa kabar ?? “
“ baik kak “
“ Ayo naik entar telat lagi “
Rheina segera naik dan mereka pun berangkat menuju sekolah. Kak nieky adalah cowok yang sedikit perfect, tinggi, hitam manis, serta baik hati dan tidak sombong, di sekolah dia selain sebagai pelajar namun menjabat sebagai ketua OSIS. Jujur Rheina juga kagum kepada kak Nieky, tetapi kekagumannya hanya sebatas adik dan kakak. Namun selain Rheina, masih banyak cewek lain yang mengaguminya.
Setelah tiba di sekolah Rheina berlari masuk ke sekolahan untuk mencari teman – temannya, untuk memastikan apakah mereka akan sekelas lagi. Rheina pun bertemu teman – temannya.
“Fir, loe masuk kelas apa?” Tanya Rheina sambil tersenyum pada cewek yang manja itu.
“ehm… aku masuk kelas IX.IPS 1. kalo kamu?”
“wah. Kita sekelas lagi. Hore……” Rheina berteriak tampak kegirangan.
“ oya Evie kemana, dia masuk kelas mana ya???” Tanya Fira sambil menoleh sekelilingnya.
“ aku mah nggak tau juga dia kan belum datang” jawab Rheina enteng.
Tiba – tiba datang cowok cakep yang ganteng plus pinter datang menghampiri mereka. Cowok itu tak lain Iqbal teman sekelas waktu di kelas X.2 lalu.
“ hey… kalian masuk kelas XI.IPS 1 juga ya ?” Tanya Iqbal datar.
“ iya, kita sekelas lagi.” Fira menjawab pertanyaan dari Iqbal
Rheina pun terdiam saja melihatnya. Hati Rheina tak karuan dag dig dug. Sudah lama Rheina menyimpan perasaan ini padanya, karena gengsi Rheina tak berani menyampaikan perasaan itu, namun Iqbal juga punya perasaan yang sama padanya. Tetapi karena gengsi dia hanya bisa diam saja dan menyimpan perasaan itu dalam hati kecilnya.
Tiba – tiba terdengar suara Evie memanggil Rheina. Ia menoleh padanya, Evie sambil berlari menuju tempat rheina.
Evie bertanya “ hey..kalian berdua masuk kelas apa ?”
“ XI.IPS 1 “ rheina menjawab pertanyaan itu.
“ ye…. Aku juga.. kita bersam lagi !” ucap Fira sambil teriak.
Evie memang anaknya sedikit ceplas ceplos, rame namun asiiik..
“ pulang bareng ya !“ ajak Evie
“ okeyy..!!“ jawab Fira dan Rheina.
Bel masuk pun berbunyi, semua anak – anak XI.IPS 1 pun masuk ke kelas. Namun kelas tersebut sangat ribut maklum hari pertama kali masuk sekolah pada tahun ajaran baru. Terlihat semua anak – anak sibuk dengan urusan masing – masing. Ada yang sedang asyik bercerita, main game, dan ada yang baca buku.
Tiba – tiba anak – anak semuanya terdiam karena di luar kelas ada yang datang ternyata Ibu Lily, dengan menggunakan pakaian dinas PNS ( Pegawai Negeri Sipil ) yang rapi serta sepatu hitam yang mengkilat memasuki kelas.
“ selamat pagi anak- anak” ucap Ibu guru pada anak – anak di kelas.
“ selamat pagi juga bu” semua anak – anak menjawab
“ apa kabar anak – anak, mulai sekarang yang menjadi wali kelas kalian adalah Ibu
“ oh ya, sebelumnya kita harus membentuk pengurus kelas yang baru.” Ujar Ibu Lily sambil memandangi semua siswa yang ada di kelas.
“ sekarang siapa yang mau menjadi ketua kelas.” Ibu Lily memberikan kesempatan pada siswa.
Namun semua siswa tidak ada yang berani. Ibu lily memilih tiga orang siswa.
“ baiklah anak – anak ibu akan memilih Ary, Iqbal, dan Rycko.” Kata ibu lily pada mereka.
Akhirnya yang terpilih adalah Iqbal, sebagai ketua kelas. Ary wakil satu dan Rycko wakil dua. Sedangkan untuk sekretaris Rheina dan bendahara adalah Vivi
Hari itu anak – anak hanya pengenalan dan menyusun pengurusan kelas.
***
Siang itu Rheina termenung di kamar rumahnya. Dia memikirkan perasaan itu, yang selalu membuatnya bingung yang tak mudah di mengerti.
“ apakah Iqbal hanya kagum padaku atau benar – benar suka tapi kenapa dia tidak menyampaikannya padaku.” Sambil termenung.
Tetapi Rheina juga mengagumi dan selalu terbayang wajah tampan Kak Nieky yang selalu memberikan perhatian lebih padanya.
Getaran handphone membubarkan perhatiannya yang sedang melamun, pada handphonenya ternyata yang menelepon adalah Kak Nieky yang isinya besok kakak mau ngomong sesuatu yang penting.
Rheina tidur terlelap dibuai mimpi sambil menunggu terbitnya matahari.
Keesokan harinya rheina bergegas pergi ke sekolah dan ia menceritakan semuanya pada temannya.
“ Fir, Vie kira – kira Kak Nieky mo ngomong pa ya?”
“ yachh dah.. loe aja nggak tau pa lagi kami.”
Kak nieky sudah menunggu di depan kelasnya.
“ mo kemana kak?” Rheina bertanya.
“ ikut saja.” Kak nieky sambil menarik tangan Rheina.
Setelah tiba di kantin Kak Nieky berkata pada Rheina..
“ maukah kamu jadi pacarku. Sudah lama perasaan ini ku pendam” sambil tersenyum padanya.JJJ.
Rheina terdiam sejenak memikirkan apa jawabannya.
“Sebenarnya aku juga senang sama kakak namun itu hanya sebatas kakak adik.” Rheian menjawab sambil menundukkan kepala.
“ ohh… ya sudah kalo begitu, asalkan kamu senang kakak juga ikut senang.”
Akhirnya Rheina dan Kak Nieky menjadi kakak adik sedangkan Rheina dan Iqbal semakin dekat. Rheina sekarang baru tau dan sadar bahwa cinta itu tak perlu saling memiliki, namun dengan menjadi sahabat malahan lebih indah dari pada berpacaran, dan Kak Nieky menjadi kakak angkatnya sedangkan Iqbal menjadi sahabatnya.



3 komentar:
jadilah,,,,,,,
I feel good, po ge karya anag bangsa sendiri
itu sudah menyumbang karya2 pemuda kita in all of Indonesia.
berjuang terus yach..............
keren blog nya
tingkatkan lagii
.
.bAgus-bagus,,
.
.
.jAdi ngingatin masA lAlu neCh....
.
.hehehehe
Posting Komentar